Wednesday, November 09, 2005















TIARA BERKEBUN

Bukan cerita berkebun dalam arti yang sesungguhnya. Tapi berkebun ini materi play Tiara di sekolahnya minggu yang lalu.

Walopun udah lewat beberapa hari, tapi Sabtu itu tema bermainnya masih sekitar halloween. Ceritanya hari itu anak-anak akan berkebun menanam pumpkin. Gurunya ngasih mereka ember kecil, alat untuk menyiram berukuran kecil dari plastik (lupa namanya neehh:P), dan bibit pumpkin pura-pura yang terbuat dari plastik juga. Khusus untuk alat menyiram, hanya disediakan 2 buah dari 6 orang anak yang hadir saat itu.
Kemudian Teacher menginstruksikan si anak untuk memasukkan bibit-bibit itu ke dalam lubang-lubang yang ada didalam papan kayu keseimbangan tempat anak-anak melatih motorik kasar mereka khususnya keseimbangan. Ceritanya memasukkan bibit ke dalam lubang sama dengan menanam bibit. Setelah itu, mereka diinstruksikan untuk menyiram bibit yang udah mereka tanam bergantian dengan 2 alat yang ada. Jadi, mereka belajar untuk berbagi dan menunggu giliran. Ga lupa, si Teachernya selalu memberikan appreciate sama anak-anak yang melakukan hal itu dengan baik...kaya kata-kata good job, ato dia bilang kalo semakin hari anak-anak semakin berkembang dengan baik, soalnya semakin hari mereka mau mendengarkan instruksi si Teacher dan mau mengikuti setiap instruksi yang diberikan (maklum waktu awal-awal pertemuan anak-anak lebih banyak bermain sendiri, ada yang nempel terus sama ortunya, pokoknya rada sulit utuk menginstruksikan agar mereka mau mengikuti seluruh aktivitas kelas). Suatu hal yang tampak sepele tapi sangat bisa menumbuhkan motivasi si anak untuk terus berkembang lebih baik.
Setelah proses itu selesai barulah mereka bermain seperti biasanya. Ada yang bermain bola, loncat-loncat, memanjat, pokoknya hal-hal yang berkaitan dengan mengembangkan motorik. 15 menit sebelum sesi berakhir, Teacher mengumpulkan lagi anak-anak untuk melihat hasil yag mereka tanam tadi. Ternyata si Teacher sudah mengganti bibit-bibit itu dengan pumpkin buatan yang cukup besar (semacam bantal pumpkin).
Menurut saya kegiatan diatas itu suatu hal yang sederhana tapi cukup bagus untuk membantu anak-anak memulai belajar sesuatu. Semuanya memang serba imitasi karena lahan, situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan (apalagi di kota besar). Tapi dari bermain-main sederhana, anak-anak jadi belajar, bahwa pumpkin itu berasal dari pohon/tanaman dari bibit-bibit yang kita tanam sebelumnya, yang perlu kita rawat dengan disiram air sampai akhirnya berbuah..
Good Idea Mom....:)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home