
DALLAS ARBORETUM and BOTANICAL GARDEN(Let Nature Nurture You..)
Kalo kita berangkat dari Austin, Dallas dapat ditempuh sekitar 3 jam. Sedangkan kalo kita berangkat dari Houston langsung, tanpa keliling ke Austin dulu, Dallas dapat ditempuh kurang lebih sekitar 4 jaman lebih sedikit.
Menurut orang-orang, kota Dallas lebih besar dari Houston. Ya..iya juga sih kayanya. Yang pasti, kalo kita masuk ke kota Dallas, kita bakal liat gedung perkantoran tinggi banyak sekali. Sekilas mengingatkan saya akan pemandangan di Jakarta n Houston juga. Mm...ya, seperti di kota besar pada umumnya. Tapi kalo kita masuk ke downtownnya, kita bakal ngeliat pemandangan yang sedikit berbeda, karena tampaknya di area dwnya sendiri, gedung-gedung dipertahankan dengan ciri dan bentuk bangunan lama.
Tempat yang pertama kali saya kunjungi adalah Dallas Arberotum. Untuk masuk kesini kita harus bayar 8 dolar untuk adult dan free untuk anak dibawah 3 taun. Sebelum masuk, kita akan dikasih brosur sebagai visitor guide. Pemandangan pertama yang saya liat adalah Giftshop, karena dia berada tepat didepan pembelian tiket. Namanya Hoffman Family Giftshop. Dinamakan family, entah apakah milik keluarga Hoffman ato cuma sekedar nama. Yang pasti ketika udara diluar sedang mencapai 2 derajat C, masuk ke toko ini nyaman banget. Soalnya udaranya hangat, orang yang melayaninya ramah sekali n barang2nya bagus2 n unik2. Berbeda dari giftshop pada umumnya, seluruh barang yang ada disini berkaitan dengan bunga, tanaman, kebun/berkebun sampe binatang. Contohnya, piring pajangan kristal bergambar bunga, sarung tangan buat berkebun, hiasan kristal yang didalamnya ada bunganya, burung-burung palsu buat disimpen di pohon2 plastik, butterfly yang bisa ditancepin didaun plastik, magnet yang berbentuk butterfly, sampe permennya pun berbentuk bunga tulip n butterfly. Pokoknya pikabitaeun:P...
Ternyata D.A ini luas.......banget. Pemandangannya sih jangan ditanya, saya suka banget. Kebun bunga, tanaman, air mancur, tempat2 duduk buat ngadem..ah pokoknya alam banget. Anak-anak juga bisa lari-lari. Tapi jangan ditanya, aturannya ketat dari mulai ga boleh metik bunga, ga boleh ngasih makan binatang yang ada disitu, dsb. Semuanya jelas terpampang di plang yang ada disana termasuk di brosur visitor guide yang kita punya. Saya ngerti banget kenapa begitu, soalnya kalo ga sama-sama dijaga, pasti si DA ini ga akan lama indahnya. Waktu saya dateng, saya liat ada serombongan anak SDnya disini lagi berkunjung. Sambil keliling mereka dikasih informasi ttg tanaman2 yang ada disitu. Mungkin itu bagian dari education services yang diberikan oleh si DA ini untuk acara2 school field trip. Selain itu, DA ini punya Volunteer Services Dept, yang menerima volunteer2 untuk membantu di situ. Penjaga tiket yang udah nenek-nenek sama kakek penjaga information centre yang ngasih saya brosur pun tampaknya volunteer kalo diliat dari badge namanya. Mungkin mengisi hari tua dengan hal yang positif biar merasa hidup itu lebih berarti dan tentunya jadi ga kesepian...Good Job...:). Begitu pula dengan orang yang melayani di Giftshop, mereka tergolong udah tua-tua. Cuma untuk di giftshop ini saya ga tau, apakah mereka bagian dari Hoffman family seperti nama giftshopnya, ato volunteer juga... Kebunnya sendiri ada beberapa bagian. Ada Paseo des Flores, Jonson Color Garden, The Palmer Ferm Dell, A Woman's Garden, De Golyer Gardens sama The Lay Ornamental Garden. Saya sih tadinya ga 'ngeh' apa bedanya karena semua bagian itu sama indahnya. Ternyata setelah saya baca di brosur setiap bagian itu didesign oleh orang yang berbeda dengan bunga yang berbeda2 dan pemandangan yang berbeda pula. Bagusnya lagi, disetiap bagian kebun, setiap musim bunganya beda-beda. Misalnya spring bunganya tulip, summer caladiums, fall chrysanthemums dsb. Entah biar ga membosankan ato memang setiap bunga cocok tumbuhnya di setiap musim ttt. Tentang pemandangan yang berbeda, disetiap bagian meang punya view yang berbeda. Misalnya di area The Lay Ornamental Garden ada falling water curtain setnya. Sedangkan Degolyer Gardens adalah tempat favorit untuk intimate weddings. Ada juga area Martha Brooks Camellia Garden, Pecan Grove, Toad Comers, Texas Pioneer Adventure sama Nancy's garden. Saking banyaknya saya juga ga 'ngeh' yang ini namanya garden apa, yang itu namanya garden apa. Yang penting, keliling aja.......................Begitu juga dengan restonya. Saya tau ada Lula Mae Slaughter Outdoor Dining Terace, tapi entah disebelah mana, saking ageungna si DA ini teh. Tapi ada bagian kebun yang paling saya suka, yaitu a woman's garden. Tampaknya kebun ini dirancang untuk perempuan. Ada tempat-tempat duduknya, dengan pemandangan didepannya adalah White Rock Lake. Danau yang bagus banget...kebayangnya teh, bakal enakeun utk tempat ibu2 ngerumpi, sambil makan2 ngadep ke danau.......hahaha. Pasti 5 jam juga ga kerasa, tau-tau udah sore aja....
Kalo kita berangkat dari Austin, Dallas dapat ditempuh sekitar 3 jam. Sedangkan kalo kita berangkat dari Houston langsung, tanpa keliling ke Austin dulu, Dallas dapat ditempuh kurang lebih sekitar 4 jaman lebih sedikit.
Menurut orang-orang, kota Dallas lebih besar dari Houston. Ya..iya juga sih kayanya. Yang pasti, kalo kita masuk ke kota Dallas, kita bakal liat gedung perkantoran tinggi banyak sekali. Sekilas mengingatkan saya akan pemandangan di Jakarta n Houston juga. Mm...ya, seperti di kota besar pada umumnya. Tapi kalo kita masuk ke downtownnya, kita bakal ngeliat pemandangan yang sedikit berbeda, karena tampaknya di area dwnya sendiri, gedung-gedung dipertahankan dengan ciri dan bentuk bangunan lama.
Tempat yang pertama kali saya kunjungi adalah Dallas Arberotum. Untuk masuk kesini kita harus bayar 8 dolar untuk adult dan free untuk anak dibawah 3 taun. Sebelum masuk, kita akan dikasih brosur sebagai visitor guide. Pemandangan pertama yang saya liat adalah Giftshop, karena dia berada tepat didepan pembelian tiket. Namanya Hoffman Family Giftshop. Dinamakan family, entah apakah milik keluarga Hoffman ato cuma sekedar nama. Yang pasti ketika udara diluar sedang mencapai 2 derajat C, masuk ke toko ini nyaman banget. Soalnya udaranya hangat, orang yang melayaninya ramah sekali n barang2nya bagus2 n unik2. Berbeda dari giftshop pada umumnya, seluruh barang yang ada disini berkaitan dengan bunga, tanaman, kebun/berkebun sampe binatang. Contohnya, piring pajangan kristal bergambar bunga, sarung tangan buat berkebun, hiasan kristal yang didalamnya ada bunganya, burung-burung palsu buat disimpen di pohon2 plastik, butterfly yang bisa ditancepin didaun plastik, magnet yang berbentuk butterfly, sampe permennya pun berbentuk bunga tulip n butterfly. Pokoknya pikabitaeun:P...
Ternyata D.A ini luas.......banget. Pemandangannya sih jangan ditanya, saya suka banget. Kebun bunga, tanaman, air mancur, tempat2 duduk buat ngadem..ah pokoknya alam banget. Anak-anak juga bisa lari-lari. Tapi jangan ditanya, aturannya ketat dari mulai ga boleh metik bunga, ga boleh ngasih makan binatang yang ada disitu, dsb. Semuanya jelas terpampang di plang yang ada disana termasuk di brosur visitor guide yang kita punya. Saya ngerti banget kenapa begitu, soalnya kalo ga sama-sama dijaga, pasti si DA ini ga akan lama indahnya. Waktu saya dateng, saya liat ada serombongan anak SDnya disini lagi berkunjung. Sambil keliling mereka dikasih informasi ttg tanaman2 yang ada disitu. Mungkin itu bagian dari education services yang diberikan oleh si DA ini untuk acara2 school field trip. Selain itu, DA ini punya Volunteer Services Dept, yang menerima volunteer2 untuk membantu di situ. Penjaga tiket yang udah nenek-nenek sama kakek penjaga information centre yang ngasih saya brosur pun tampaknya volunteer kalo diliat dari badge namanya. Mungkin mengisi hari tua dengan hal yang positif biar merasa hidup itu lebih berarti dan tentunya jadi ga kesepian...Good Job...:). Begitu pula dengan orang yang melayani di Giftshop, mereka tergolong udah tua-tua. Cuma untuk di giftshop ini saya ga tau, apakah mereka bagian dari Hoffman family seperti nama giftshopnya, ato volunteer juga... Kebunnya sendiri ada beberapa bagian. Ada Paseo des Flores, Jonson Color Garden, The Palmer Ferm Dell, A Woman's Garden, De Golyer Gardens sama The Lay Ornamental Garden. Saya sih tadinya ga 'ngeh' apa bedanya karena semua bagian itu sama indahnya. Ternyata setelah saya baca di brosur setiap bagian itu didesign oleh orang yang berbeda dengan bunga yang berbeda2 dan pemandangan yang berbeda pula. Bagusnya lagi, disetiap bagian kebun, setiap musim bunganya beda-beda. Misalnya spring bunganya tulip, summer caladiums, fall chrysanthemums dsb. Entah biar ga membosankan ato memang setiap bunga cocok tumbuhnya di setiap musim ttt. Tentang pemandangan yang berbeda, disetiap bagian meang punya view yang berbeda. Misalnya di area The Lay Ornamental Garden ada falling water curtain setnya. Sedangkan Degolyer Gardens adalah tempat favorit untuk intimate weddings. Ada juga area Martha Brooks Camellia Garden, Pecan Grove, Toad Comers, Texas Pioneer Adventure sama Nancy's garden. Saking banyaknya saya juga ga 'ngeh' yang ini namanya garden apa, yang itu namanya garden apa. Yang penting, keliling aja.......................Begitu juga dengan restonya. Saya tau ada Lula Mae Slaughter Outdoor Dining Terace, tapi entah disebelah mana, saking ageungna si DA ini teh. Tapi ada bagian kebun yang paling saya suka, yaitu a woman's garden. Tampaknya kebun ini dirancang untuk perempuan. Ada tempat-tempat duduknya, dengan pemandangan didepannya adalah White Rock Lake. Danau yang bagus banget...kebayangnya teh, bakal enakeun utk tempat ibu2 ngerumpi, sambil makan2 ngadep ke danau.......hahaha. Pasti 5 jam juga ga kerasa, tau-tau udah sore aja.... Ada juga historic Homes of The Dallas Arboretum. Namanya The Degolyer Home. Rumah ini dibangun taun 1940 untk sso bernama Mr Degolyer n istrinya. Beliau itu Petroleum Geologist yang berjasa lah pokoknya. Kalo ga salah si woman's garden itu berada di belakang rumahnya deh..jadi ya..seperti duduk-duduk di belakang rumah...Satu lagi namanya The Alex Camp House. Yang ini ga akan saya terangin, selain kepanjangan, ntar blog saya jadi kaya blog sejarah lagi:). Pastinya membutuhkan modal yang sangat besar untuk biaya perawatannya sepanjang taun. Saat itu aja, saya liat disudut sana sini banyak banget orang yang kerja yang lagi ngerawat DA ini. Dari mulai nyapu, nyiram sampe n ngeganti tanaman-tanaman yang rusak/kering karena musim yang berubah. Terus tanaman yang rusak itu diganti dengan tanaman baru. Ya, bisa jadi hal ini berhubungan sama cerita saya diatas ttg setiap musim beda bunga. Karena jenis tanaman ttt mungkin ga tahan dengan cuaca dingin. Ini menurut saya lo:P.
Kembali ke perawatan yang pasti mahal, jujurnya saya salut banget. Kota ini berarti mengeluarkan modal yang besar untuk salah satu aset pariwisatanya biar indah sepanjang taun n sepanjang musim. Menurut brosurnya sih DA ini adalah non profit organization that is supported, in part, by funds from the Dallas Park and Recreation Department. Mungkin kalo disini mah uangnya betul-betul mengalir ke tempat yang seharusnya kali ya, makanya tempat kaya gini tetep bertahan perawatannya:P.
Saya liat disalah satu plang, DA ini banyak juga sponsornya. Terutama dari perusahaan perusahaan besar di US. Hal itu juga mungkin yang membuat si DA ini terus bertahan dengan baik.
Sebenernya, Indonesia punya lebih banyak tempat yang bagus n indah dibanding sekedar DA. Hanya saja kadang tempat itu belum tersentuh, terawat, dan terpromosikan dengan baik. Coba aja kalo dari departemennya (departemen apa ya, pariwisata kah, kehutanan kah, pertaniankah, ah apapunlah), n banyak sponsor yang mau ikut berpartisipasi, terus banyak volunteer yang dengan senang hati ikut membantu seperti disini, pasti akan jauh lebih indah dibanding tempat-tempat yang udah saya kunjungi disini :)




0 Comments:
Post a Comment
<< Home