Cerita yang tertinggal dari kejadian kemaren.... * Anak2 orang tua saya memang jauh, ga ada satupun yang tinggal di Bandung. Saya cerita ketika kejadian itu Ibu saya betapa paniknya mencari tempat pengobatan dimana dilaporkan Bapak saya koma. Di daerah sekitar Ciateul (Ciateul kan besar..), ibu saya akhirnya memilih parkir sambil bertanya2 tempat pengobatan alternatif itu. Tampaknya alamat yang diberikan kepada ibu saya kurang jelas. Kebayang kan Bandung hari Sabtu macet banget kalo pake mobil buat nyari2 alamat. Tiba2 ada seorang laki2 mengatakan kalo dia tau tempat tsb. "Asal Ibu mau dibonceng, kemanapun Ibu saya antar".
Betul, Laki2 itu yang mengantar Ibu saya mencari tempat pengobatan itu, sampe ke RS. Ketika Ibu saya mau berterimakasih dan menawarkan mengganti bensin (bukan sebagai pembalas jasa, tapi mengingat orang itu mengantar kemana2 dengan motornya), dia hanya bilang "Saya Ridho Lillahitaala menolong Ibu". Ditengah panik dan kesedihan Ibu saya hanya bisa bilang terimakasih, sampe lupa menanyakan dimana orang itu tinggal. Yang pasti dia cuma bilang tinggal di daerah Cicadas. Keinginan kami sebagai anak2nya untuk bersilaturahmi mengucapkan terimakasih, ga memungkinkan. Mudah2an Allah yang akan membalas amal baiknya..Mm.... Alhamdulillah, masih ada orang yang setulus itu ketika musibah terjadi sama keluarga kami...
* Akhirnya kami diberi kekuatan untuk bersilaturahmi dengan pemilik pengobatan alternatif itu. Dia tampak gugup melihat kedatangan kita anak2 Almarhum. Dia bilang, ketika kejadian itu dia sampai sholat karena kaget kenapa hari itu ada kejadian tsb, apalagi dia juga kena pemeriksaan polisi untuk berita acara. Kami bilang kami datang hanya untuk menghaturkan terimakasih karena bagaimanapun rumah beliau adalah tempat perlindungan terakhir Bapak saya ketika serangan jantung itu. Dan melalui beliau pula Bapak saya bisa dibawa ke rumah sakit. Satu ikatan silaturahmi bertambah.... *Banyak orang bilang kalo tetangga adalah saudara kita yang sesungguhnya. Bener banget. Ketika kejadian itu, tetangga depan saya yang kebetulan Pak RT juga yang akhirnya membereskan segala hal, mengingat kami anak2 Almarhum jauh. Dari mulai pengurusan di rumah sampai mencari dan mengurus segala macam urusan pemakaman. Disini pun begitu, ketika saya udah ga mut makan/masak sambil berharap2 cemas menunggu tiket, tetangga lah yang mengirimi kami makanan. *Sahabat. Disana sahabat Ibu saya dan Almarhum yang ikut membantu mengurus segala hal. Sampe2 sahabat ibu saya yang memiliki catering besar dengan sukarelanya memberi makanan untuk keluarga dan sodara2 yang berada di rumah kami, selama 3 hari berturut2 dari makan pagi sampai malem. Sahabat saya di Bandung dan suaminya datang tepat ketika ambulance baru datang dari RS. Suaminya juga ikut mengangkat2 Bapak saya, karena saat itu belum semua keluarga besar kami berkumpul. Disini sahabat saya pula yang dateng subuh2 untuk memberikan support, mengirimi makanan, sampai ikut mencarikan tiket. *Teman. Teman2 Ibu saya, Almarhum. Teman saya disini maupun disana semua memberikan support. Imel, SMS, SB di blog saya, ato datang secara langsung ke rumah Bandung. Bahkan disini, hari Sabtu teman suami saya di kantor sengaja datang hanya untuk memberikan obat tidur ringan. Katanya biar saya bisa istirahat sejenak. Hari Minggunya, tanpa disangka2 teman2 CPI juga dateng. Jadinya...saya ga ngerasa sendirian di negeri orang:-). Teman saya yang lain dateng dan ikut membantu mencarikan tiket pulang *Sodara jauh, sodara dekat semua datang memberikan bantuan dan supportnya... Betul2 sekarang saya lebih mengenal arti kata teman, sahabat, sodara sampe arti kata saudara yang sesungguhnya adalah tetanggamu... sekali lagi terimakasih ya.. I wouldn't trade it 4 anything....:-)





5 Comments:
Kata orang bijak, "Teman atau sahabat yang sebenarnya adalah yang tetap berada disamping kita saat berada dalam kesusahan."
Yang sabar dan tabah ya.... Salam kenal dan peluk hangat dari jauh :)
Bagiku begitu berartinya sebuah 'Persahabatan'
Ikut berduka cita. Semoga dapat ketabahan ya mbak..
Dengan keikhlasan mereka dan doa kita Insya Allah ada balasannya utk kebaikan orang yg menolong kita.
Jul...let me call u Ijul, remind me of my best friend...
sahabat itu sangat susah dicari, tp yg namanya musuh, segampang membalik telapak tangan...
kita semua hanya tinggal menunggu waktu, jadi berbuatlah kebaikan diakhir-akhir sisa hidup, mumpung keneh emut elmuna:)
sono ti teubih...
tadi teh nulis di SB ternyata ga ada yah?
kumaha kabar ayeuna jull....tiara.. si ayah...eh naha nanya si ayah oge hehehe sekeluargalah pokonya...
Post a Comment
<< Home