Sekarang, apalgi semenjak sekolah, kegiatan memegang pencil dan mencoret2 mulai terarah. Dari mulai mewarnai, menggambar sampai belajar menulis sedikit2....
Yang menjadi masalah, saya sering ngeliat kalo dia nulisnya masih sangat ditekan, dengan gerakan tangan yang sangat kaku. Mm gimana ya biar ga seperti itu lagi????? Akhirnya saya coba menerapkan "apa yang saya tau" ke Tiara biar semakin hari dia semakin luwes menulis.
Pertama, dimulai dengan melatih motorik halusnya. Hal ini bisa dilakukan melalui kegiatan apa aja. Kita bisa pilih hal yang menarik. Misalnya, kaya membuat kalung/memasukkan benda ke benang (meronce). Dimulai dari yang bolong2nya besar n bendanya besar same bolong2nya kecil n bendanya kecil juga. Kalo sekarang sih udah banyak alat untuk melatih motorik halus yang dijual seperti meronce, alat untuk melatih gerakan tangan dalam rangka persiapan menulis, ato ada juga alat yang biasa disebut 'menjahit'. Tapi kalo mau kreatif sedikit sih kita bisa bikin sendiri, misalnya masukkin benang ke sedotan yang udah dipotong2, ato membuat/menulis bentuk2 sendiri yang nantinya bisa diikuti di'trace' oleh anak kita:-).
Apalagi ya?? Mm, kalo saya sih biasanya melatih Tiara untuk mengambil benda2 kecil di lantai. Kaya kancing kita sebarin di lantai, terus kita sama2 kumpulkan lagi. Ukuran kancingnya bervariasi dari yang besar, sedang sampe yang kecil. Semakin kecil, semakin melatih kemampuan untuk memegang pensil yang ukurannya notabene kecil untuk ukuran anak segede Tiara.
Kedua, melatih kekuatan otot tangan. Tujuannya sih biar si anak ga mudah pegal dalam menulis. Ada berbagai cara yang biasa saya lakukan. Misalnya bermain playdough. Tapi bermain playdoughnya jangan memakai alat seperti yang sekarang banyak dijual. Saya biarkan Tiara membuat bentuk2, meremas2 dough dengan tangannya, sehingga lama2 otot tangannya menjadi lebih kuat. Bisa juga dengan senam tangan, merentangkan kedua tangan ke samping. Terus telapak tangannya dibuka dan ditutup sambil nyanyi 'twinkle twinkle little star', rentangkan ke atas dengan gerakan yang sama juga. Lumayan juga lo, kalo telapak tangan kita terus dibuka tutup pegel juga. Tapi lama2 si telapak tangan ini akan semakin kuat n lama untuk melakukan gerakan membuka dan menutup. Harapannya sih mudah2an si anak bisa semakin lama memegang pencil. Ato.... bisa juga dengan bermain pasir, tanah ato kacang2an kecil. Kalo makanan sih rasanya sayang ya:P. Jadi mendingan kalo sesekali ke pantai, saya biarkan Tiara untuk main pasir n meremas2 pasir. Gerakan2 itu bisa melatih kekuatan otot tangannya juga lo:-) Ketiga, memberikan ukuran pensil/spidol secara bertahap. Kalo saya, saat ini masih sering ngeliat Tiara kesulitan buat memegang pensil. Kayanya si pensil ini, masih terlalu kecil untuk ukuran dia. Efeknya, Tiara jadi megang pensil dengan sangat kuat dan menulisnya pun menjadi sgt ditekan. Akhirnya saya mencoba melatihnya dengan beberapa tahap. Pertama saya kasih spidol dengan ukuran besar (bukan panjang ya, tapi lingkarnya besar), terus sedang dan terakhir sekali, baru pensil kecil/normal. Keliatan sekali perbedaannya ketika dia memegang spidol besar dan sedang. Gerakan mewarnai dan menulisnya menjadi lebih rileks dan tekanannya ga terlalu heboh. Setelah itu baru dicoba ke pensil kecil yang umum dipakai. Ga heran di toko2 teacher supply disini, selalu disediakan crayon ato spidol dengan ukuran besar, sedang dan kecil. Mungkin salah satu tujuannya untuk itu juga. Kenapa saya agak concern untuk urusan menulis ini. Ceritanya begini.... pernah ada anak yang menurut gurunya mogok menulis. Setelah diobservasi, ternyata si anak bukan mogok menulis/malas menulis dalam arti yang sebenarnya. Dia menjadi malas menulis karena gerakan memegang pensil, dan gerakan menulisnya masih sangat kaku. Ujung2nya tentu si anak jadi merasa mudah pegal. Setelah diliat2 kenapa si anak gerakan menulisnya masih kaku, memegang pensilnya masih kaku dan mudah merasa pegal ketika menulis, ternyata motorik halus belum berkembang maksimal dan kekuatan otot2 tangannya masih perlu dilatih. Dan sekarang hal itu terjadi juga sama anak saya yang sedang bertahap berlati h menulis:-) Just share apa yang pernah saya alami dan saya ingat...:P. Semoga bermanfaat...-)





6 Comments:
setuju deh bun, mas arya dah diajarin sejak 1 th tapi masih iseng corat coret di tembok juga hihhi harus banyak diajak berkreasi biar mapan corat coretnya yak
Jangan buru2 diajarin ngeblog ya Bunda.. hihihi..
Yul, Irsyad mah saya ajak mungutin remah2 dilantai :P
Awalnya semangeth 2003 dia teh, da balapan, lama2 meureun canggkeul..dia bilang "Ummi disapu aja ini yang kotornya" hahaha watir pisan.
Satu lagi yul, biarkan sianak membuat benang kusut dikertas, coret2 dengan gerakan pergelangan memutar2. Itu juga melatih pergelangan tangan supaya lemes.
tante yuli . mamanya tiara ? om donny yah ? ini afi . anaknya ayah ADE IMAS . heheh ttg menulisnya bagus . afi nggak pernaha baca yg kayak gini . bagus nih . kalo afi punya ank ntar d ajarin gini ah . hehehe
Bermanfaat pisan bun, tengkyu. Resep meni rajin Saya dulu semangat sih mengajarkan Raka, sulung tea dan di bandung pula, sagala mudah dan murah, terus dia juga mau belajar, giliran Adiknya emoh diajarin jadi sesukanya. Ke sugan yang ketiga yeuh bisa dilatih perlahan kayak Tiara gitu, blog ini masih akan ada kan sampe 2 thn kedepan minimal hehe deuk diintipna engke
bener..bener...kegiatan gini nih bikin lemes tangan ketika menulis...
jihad udah bisa nulis tegak rait Jul...walopun masih rada mirip ceker ayam, tp takjub juga eta tangannya tos lemes...mgkn kebanyakan meronce:))
Post a Comment
<< Home