Pasti banyak juga yang udah pada nonton film ini. Saya nonton dari mulai film pertamanya. Menurut saya sih filmnya lucu, n ringan...Descriptionnya sih gini (Sorry in english...rada gagap niyy kalo harus nerjemahin hihihi....):
Steve Martin returns as the proud patriarch of the Baker family in this sequel to the original CHEAPER BY THE DOZEN, based on a book by Frank B. Gilbreth Jr. and Ernestine Gilbreth. This time, all twelve Baker kids and their parents, Tom (Martin) and Kate (Bonnie Hunt), are going on vacation, returning to their summer cabin in Wisconsin for one last hurrah before the kids grow up and go their separate ways. Lorraine (Hilary Duff) is on her way to New York to begin an internship with VOGUE, Nora (Piper Perabo) is hugely pregnant, and the Bakers want to spend some quality time all together for a change. As the family arrives at their old house, however, they realize that some things have changed—and some things never do. Tom’s old high school rival, Jimmy Murtaugh (Eugene Levy) is now the big man about town, owning much of the surrounding area, and raising his large family in a huge home across the lake from the Bakers’. The longstanding competition between the two families—or at least that of the fathers--mounts over the course of their vacation, as the two men resort to ever nastier tactics of one-upsmanship. Meanwhile, Charlie Baker (Tom Welling) becomes closer with Anne Murtaugh (Jamie King), and Sarah (Alyson Stoner) embarks on her first romance with Eliot Murtaugh (Taylor Lautner). It all comes to a head when the two families face off in a canoeing race, during which they are faced with a decision between loyalty to family and friends, and the competitive edge.
Tapi...........sebenernya lebih dari sekedar description, ada beberapa yang saya bisa pelajari dari film ini:
- Kadang saya baru punya anak satu aja lieurnya setengah mati. Apalagi ini memanage anak 12 orang dengan karakter yang beda-beda.... Hebat...hebat...:P
- Di film ini kadang memunculkan perasaan orang tua yang campur aduk mengharu biru ketika menghadapi proses perkembangan anaknya. Misalnya ketika si anak meminta ijin buat nge-date. Perasaan khawatir, tapi tau harus mengijinkan karena memang sudah 'saatnya'. Gimana khawatirnya si Bapak, ketika si anaknya nonton bareng si temen datenya, yang akhirnya diikuti, terus anaknya ngambek...dan si Bapak berjanji buat ga 'ngikutin' lagi. Intinya sih si Bapaknya pada akhirnya mau berlapang dada untuk memberikan kepercayaan. Apalagi pas si Ibunya bilang, semakin kita mengekang anak, semakin si anak akan menjadi 'wild di belakang ortu..sorry..susah mencari kata yang tepat'.
- Ato disaat adegan2 dimana si anak akhirnya bicara dan memutuskan pilihan2nya. Kayanya teh si Bapaknya berattttttttt banget, walo akhirnya mengiyakan kalo memang itu adalah pilihan2 si anak n si anak udah mantap dengan pilihannya itu.Intinya, naturally orang tua memang ingin selalu ada di setiap perkembangan anaknya, di setiap moment, tapi kadang tanpa disadari malah susah untuk 'melepas anaknya'. Merasa tidak yakin apakah anaknya akan bisa ato ngga....dsb dsb....Belom lagi ada juga adegan2 dimana kadang secara tidak disadari kita sebagai ortu begitu berharap si anak kita menjadi 'seseorang yang kita harapkan'. Ga ada yang salah dengan semua itu...cuma aja kalo berlebihan, kasian juga ya si anak;P.
- Ada lagi diadegan gimana perasaan si ortu mengharu biru ketika akhirnya salah satu anak mereka melahirkan. Dan itu artinya mereka udah mulai punya cucu...;). Suatu saat kita sebagai ortu pasti mengalami hal2 itu. Kaya saya aja, ketika Tiara sekarang udah bisa didrop off diambil gurunya ditempat parkir, perasaan saya mengharu biru. Seneng, terharu, apalagi kalo inget awalnya yang nangis2 kalo ditinggal. Heuheuheu anak saya udah gede ya, dah bisa mandiri, dan ternyata kalo dia dikasih waktu dan kepercayaan untuk berproses, dia bisa melewati itu semua........:). Btw, saya percaya proses mengharu biru itu akan terus berlangsung selama kita menjadi orang tua.
- Dan yang pasti yang paling inti dari film ini yang saya tangkep adalah, jadi orang tua itu bener2 kita belajar seumur hidup. Ga ada yang namanya udah pinter jadi orang tua, walopun anaknya udah banyak. Yang ada pengalamannya semakin banyak buat ngadepin setiap masalah. Soalnya memang jadi orang tua yang baik ga ada pelajarannya disekolah. Iya sih........sekarang banyak parenting class, buku ttg menjadi orang tua yang baik. Jelas itu semua akan membantu kita, tapi pada kenyataannya case by case, setiap orang tua mempunyai masalah dan punya karakter anak yang beda2.... Dari setiap menghadapi masalah itu deh kayanya pelajaran yang paling berarti yang membuat kita semakin 'kaya:)' That's just my thoughts...:-)





7 Comments:
iya niy pilem lucu banget, tapi daku nonton yang kedua aja.
dan CD itu terbawa banjir...hiks...
-kiky-
cabekriting.blogspot.com
Muhun Yul, setiap nafas dan waktu detik kita sebagai manusia tidak luput dari pembelajaran, entah ti sekitar, orang tua, pembantu bahkan anak sendiri, dan rasa memiliki kadang memikat anak untu kmenjadi seseorang padahal anak jg manusia.....punya kahayang n pendirian, nya, heeee.......
iyaaa, lucu bangeeet. aku slalu seneng tuh Yul, film2 yg critanya ttg kluarga dgn byk anak. rame kynya yah. ky film sound of music atow nakalnya anak2. walopun klo utk daku sendiri py byk mah...ntar dulu yeee hehehe.
eh, ada satu film ttg kluarga byk anak gini jg Yul, tp aku lupa judulnya...pernah dibawa ke acaranya Dr.Phil. critanya ttg duda beranak 8 (atow 6 yak, lupa2 inget) 'n janda dgn 8 (atow 6? =D) anak angkat, mrk menikah 'n jdnya tinggal serumah smua. gelo eta teh, rame pisaaan...sampe2 pas mrk mo rekam suara utk answering machine, saking smua pengen nyebutin namanya jd gak cukup wktnya hahaha.
sy malah belom nonton film ini (kemenong ajeee), abis ga tau blom tergerak ajah, tp besok mo pinjem nih film:))
bener, byk litrature yg membimbing kita menjadi ortu yg baik, tp dalam prakteknya sgt berbeda, tp setidaknya dari literature itu kita bisa study banding dan bisa memperkaya wawasan kita
ok Jul, eh naha link blog abi teu aya didieu...huwaaaaaaa:((
Hmm.. baru anak 1 ya?
hihihi.... bener.. susah jd ortu itu.
mungkin semakin byk anak semakin gak lieur (udah saking cueknya) hihihihi.....
ayahnya dik ava baru punya anak satu wis sering lupa.. lupa bawa handuk k km mandi, lupa bawa handuk ke kantor, asal ga lupa istri aja ya :D
Post a Comment
<< Home