Saturday, January 24, 2009
Ceceran pengalaman baru....
Ternyata walopun pindah ke tanah air, bukan berarti kita bebas dari beradaptasi. Apalagi sekarang saya pindah ke kota yang notabene seumur hidup saya baru akan ngalamin kehidupan di Ibukota Indonesia si kota metropolitan tea. Tapi Alhamdulilah karena ditanah air, segalanya Insya Allah lebih menyenangkan dan mudah2an lebih mudah juga:-).
Adaptasi pertama terjadi ketika selama sebulan untuk sementara kita tinggal di hotel untuk mencari rumah, sekolah n hal2 lain yang berkaitan dengan kepindahan, seperti kedatangan barang lewat sea shipment, n airshipment. Dengan pertimbangan2 tertentu akhirnya pilihan lokasi rumah akan ditentukan setelah Tiara mendapatkan sekolah. Setelah itu baru kita nyari rumah. Lumayan melelahkan mencari rumah yang sesuai selera dalam jangka waktu yang relatif singkat. Sebetulnya ada option lain yaitu kita ngontrak rumah dulu sebelum mendapatkan rumah yang cocok. Tapi minusnya, setelah barang dateng, kita bongkar, trus kalo kemudian kita dapet rumah yang cocok, kita harus beberes n bebenah 2 kali. Belom lagi biaya untuk itu semua perlu diperhitungkan kembali. Jadi, kita cuma berdoa mudah2an bisa mendapatkan rumah yang cocok, dengan harga yang cocok pula (setelah surprise dengan harga2 rumah saat ini...:P.) Meminta bantuan agen2/realtor2 untuk mencari rumah yang cocok ternyata sangat membantu sekali. Kita tinggal nyebutin budget, type rumah plus lokasi yang kita inginkan. Karena untuk semua itu kita ga dikenai biaya tambahan secara orang yang jual rumah yang akan membayar mereka (maappphhhhhh, baru tau:P).
Selama mengurus mensettlekan diri itu, mulailah dateng pengalaman demi pengalaman. Mungkin pengalaman pertama yang paling yahut adalah ketika barang2 yang dikirim lewat airshipment harus membayar beack sebanyak 56 juta. Gubrakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk, ada apakah gerangan??? Akhirnya.. setelah suami saya datang ke tempatnya, seharian urus ini dan itu, dengan susah payah berusaha mengklarifikasi bahwa barang2 yang dikirim itu adalah barang "used" barulah barang2 kita lolos. Selanjutnya....... urusan menentukan rumah yang akan dipilih. Jatuhlah pilihan di lokasi yang relatif dekat dengan sekolah Tiara.
Pengalaman lain adalah ketika pada akhirnya Alhamdulillah kita menemukan rumah yang kita anggap cocok. Mulailah kita pindah dan bebenah dengan barang2 seadanya dulu selama kurang lebih 3 mingguan. Ternyata ketika barang dateng, kita dapet pengalaman baru. Dimana di lokasi tempat tinggal kami, ada sebuah tradisi, apabila ada barang2 yang dateng baik dari toko meubel, toko bangunan, apalagi dari container yang segede gambreng, kita harus memperkerjakan kuli2 lokal untuk mengangkat barang2 tersebut. Pertama sih kaget juga ketika dateng tukang kaca yang ngebawa kaca pesenan kita, dia belom mau nurunin barangnya. Sampe saya tanya kok belom diturunin barangnya. Si Supirnya bilang kalo kaca itu harus diturunin oleh kuli2 lokal yang ternyata udah ngikutin mobil tsb. Karena barangnya ga banyak, saya bilang kalo kayanya kaca2 itu bisa dibawa sama orang dari toko bangunan tsb. Hm... kuli itu memang pergi setelah saya menjelaskan keadaannya dan hanya meminta uang rokok sebagai konsekuensi saya tidak menggunakan jasa mereka.
Akhirnya, untuk antisipasi kedatangan barang kami selanjutnya, dan setelah nanya sama temen2 yang pernah punya pengalaman sama, akhirnya saya ngobrol n kerjasama sama keamanan di sekitar rumah saya untuk menghindari hal2 yang ga diinginkan, secara kedatangan barang kita udah ada yang mengurus dari sejak kedatangan di tanjung priok n dia dateng barengan sama kuli2nya. Pada dasarnya keberadaan kuli lokal ini tujuannya bagus dimana kita sebagai warga bisa turut memberikan pekerjaan buat orang2 lokal di daerah tsb. Hanya saja ketika kita tidak membutuhkan tenaga mereka, kita harus bisa menghandle situasi itu dengan baik. Intinya, ngobrol n cari tau lah ttg kebiasaan2 di tempat baru kita ke temen2 yang lebih tau. Dan kalo menurut saya, bersahabat dengan orang2 seperti keamanan di sekitar kita, sangat membantu adaptasi kita di tempat baru.
Kalo ini bukan masalah...tapi resiko...heuheu. Setelah barang dateng, si beberes kardus n barang2 yang dateng dari container itu sangat2 melelahkan. Tiap hari, setiap neng dudut tidur saya buka kardus demi kardus. Sing suer.............. sampe enek deh liat si kardus yang bertumpuk2 ga karuan. Sempet muncul pikiran, kenapa saya bisa bawa barang sebanyak ini hehehehheheehheeh. Ah sudahlah, toh pembelaannya itu barang2 yang saya perluin semua dan dibeli dalam keadaan sadar dan sehat walafiat:P. Pokoknya selama kurang lebih sebulan tiap pagi sampe sore saya berkutat dengan kardus2 itu. Hikmahnya.............. berat badan saya kembali ke semula sebelum saya hamil n melahirkan dalam waktu 3 bulan sajah:P.
Setelah itu, pembuatan KTP di tempat baru. Lanjut dengan pembuatan SIM yang udah habis masa berlakunya lebih dari setaun. Surprise juga ketika saya liat prosesnya lebih teratur, calo2 ga berkeliaran dengan terang2an. N saya pun mengalami lagi apa itu written test. Pokoknya dapet pengalaman2 baru lagi...:-)
4 Next story..........................Ttg Tiara....Hmm..,,,, udah lama saya ga cerita ttg dirinyah. Disela2 adaptasi dengan kepindahan, saya juga harus beradaptasi dan membantu dia beradaptasi dengan kehadiran neng dudut, sekolah baru dan lingkungan barunya. Tunggu ya...:-)

1 Comments:

At 6:07 AM, Blogger Wiet said...

Memang di beberapa lokasi di JKT untuk urusan angkut2 barang diharuskan pakai kuli lokal...

Btw skrg di Jakarta tinggalnya dimana Teh?

Selamat beradaptasi ya...

 

Post a Comment

<< Home