Minggu kemaren, 'my sister' yang kehamilannya menginjak 4 bulan, tiba2 harus mengeluarkan janinnya. Dari awal kehamilan, setiap dateng ke dokter semua baik2 aja. Hasil USG menunjukkan semua perkembangannya normal. Sampe pas kontrol 4 bulan, dokter agak kaget ketika hasil USG menunjukkan perkembangan janin yang kurang sempurna. Setelah direfer ke dokter yang lain, dan menunjukkan hasil yang sama barulah dokter itu yakin. Intinya secara garis besar, saat itu baru terlihat bahwa perkembangan kepalanya kurang sempurna, dimana tempurung kepala tidak berkembang (menutup). Dan itu berarti otaknya tidak tertutup oleh tempurung kepalanya. Tentu saja si ibu dan seluruh keluarga bimbang untuk memutuskan jalan yang terbaik untuk ibu dan janin. Apakah ketika dipertahankan janin itu akan berkembang baik, disisi lain apakah apabila dipertahankan itu hal yang terbaik juga. Setelah ditimbang2, konsultasi kembali dengan dokter, istikharah meminta yang terbaik, akhirna diputuskanlah kalo janin itu akan dikeluarkan melalui jalan melahirkan seperti biasa. Jadi si ibu di induksi sampe saatnya janin bisa dilahirkan. Alhamdulillah setelah melalui proses panjang, lahirlah janin laki2 dengan berat 200 gr dan panjang 20 cm. Semua organ tubuhnya hampir sempurna kecuali bagian kepala yang saya ceritakan tadi. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun... mudah2an ini jalan yang terbaik untuk semua... Setelah kejadian itu, keluarga berkonsultasi lagi dengan dokter untuk mengetahui kemungkinan penyebabnya. Mm.... ternyata dokter bilang kalo diurut2 dari sejarah kehamilan si ibu kemarin, kemungkinan besar janin itu kurang berkembang dengan baik karena pengaruh obat2an ketika janin sedang mengalami pembentukan. Jadi, pada pada minggu-minggu awal kehamilan, si ibu tidak menduga kehamilannya (bukan hal yang direncanakan), sehingga ketika telat datang bulan, belio minum obat untuk menstimulasi datang bulan. Tentunya tanpa bermaksud apa-apa, selain biar si datang bulan cepet datang dan rasa ga nyaman karena telat datang bulannya itu segera hilang. Setelah itu, ketika belio jatuh sakit karena flu n batuk, dia pun meminum obat-obatan bebas. Lagi-lagi karena belio ga tau kalo belio itu sebetulnya sedang hamil. Jadi belio baru tau hamil setelah kehamilannya menginjak 2 bulanan mungkin ya.. Nah menurut dokter itulah kemungkinan besar penyebabnya. Kalo saya yakin, semua kejadian itu udah ada yang mengatur. Semua hal ga akan terjadi atas kuasa-Nya dan hanya Beliaulah yang paling tau penyebab kejadian ini. Hanya saja temans, kalo memang betul kemungkinan besar kejadian itu karena obat-obatan. Please be careful, kalo ada temen yang telat datang bulan, apalagi ketika tidak menggunakan alat perencana kehamilan, terbiasa telat datang bulan, bahkan ketika menggunakan alat perencana kehamilan sekalipun (yang kadang ga 100% akurat) untuk lebih hati2 menggunakan obat2an di saat saat tersebut, terutama obat2an bebas, apalagi mungkin yang kaitannya dengan penstimulasi datang bulan. Bagusnya, pastikan dulu hamil ato ngganya, kalo perlu konsultasikan dulu ke dokter sehingga ga terjadi hal-hal yang diinginkan.
Dear sis, makasih ya buat ngijinin pengalaman ini ditulis untuk berbagi pengalaman. Mudah2an bermanfaat buat orang lain. I Love You...:-)




